DEWA Melepas Dua ASN Kemenag Kabupaten Solok untuk Ikuti MTQ Nasional Korpri di Sulsel

Dalam upaya memperkuat peran serta kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama, dua ASN dari Kemenag Kabupaten Solok mendapatkan kesempatan langka untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI tingkat nasional. Acara yang berlangsung dari tanggal 23 hingga 30 Agustus 2026 ini diselenggarakan di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Keberangkatan mereka bukan hanya sekadar untuk berkompetisi, tetapi juga untuk menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam konteks birokrasi pemerintahan.
Pelepasan ASN Kemenag Kabupaten Solok
Dalam momen yang penuh makna ini, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, MA, yang lebih dikenal dengan sebutan DEWA, secara resmi melepas dua perwakilan ASN. Mereka adalah Asep Rahma Putra, S.Ag, yang menjabat sebagai Penghulu di KUA Lembang Jaya dan akan berkompetisi dalam cabang Dekorasi Putra, serta Dian Rizka Dewi, S.Th.I, M.Ag, yang merupakan seorang guru Pendidikan Agama Islam dan akan berlaga di cabang Hifzil Putri. Kedua ASN ini akan mewakili kafilah dari Sumatera Barat.
Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh Kasubbag Tata Usaha, Busfi Eriyon, M.Ag, serta sejumlah kepala seksi lainnya, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap kedua peserta. Momen ini menjadi simbol perhatian dan komitmen Kemenag Kabupaten Solok dalam mendukung pengembangan potensi ASN-nya.
Makna MTQ KORPRI bagi ASN
Dalam sambutannya, Dr. Dedi Wandra menegaskan bahwa MTQ KORPRI bukan hanya ajang untuk meraih piala, tetapi juga sebagai momentum penting untuk memperkuat peran ASN Kemenag sebagai agen syiar Islam. Ia menggarisbawahi pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sebagai teladan dalam pelaksanaan tugas di pemerintahan.
“Kegiatan ini harus dimaknai lebih dari sekadar perlombaan. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan integritas, bakat, dan religiusitas ASN di depan publik. Saya harap para peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri, menjaga kesehatan, dan tetap kompak. Kembali dengan prestasi yang membanggakan,” ungkapnya.
Pesan untuk Peserta
Dr. Dedi Wandra juga menekankan pentingnya menjadikan ajang nasional ini sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri dan profesionalisme. Hal ini sejalan dengan semangat Kemenag yang ingin memberikan dampak positif serta meningkatkan kualitas pengabdian ASN.
Asep Rahma Putra, yang mewakili kedua peserta, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan dan seluruh rekan kerja di Kemenag Kabupaten Solok. Ia merasa terharu atas dukungan dan perhatian yang diberikan, serta berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam lomba nanti.
Harapan untuk ASN Kemenag Kabupaten Solok
Asep juga mengungkapkan, “Kami sangat berterima kasih atas segala arahan, dukungan, dan doa yang diberikan oleh keluarga besar Kemenag Kabupaten Solok. Kami mohon doa restu agar bisa tampil maksimal, tidak hanya untuk Sumatera Barat, tetapi juga untuk Kabupaten Solok.”
Partisipasi dua ASN ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat bagi seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Dengan mengikuti MTQ KORPRI, diharapkan mereka tidak hanya meraih prestasi di tingkat nasional, tetapi juga berkontribusi dalam menyebarkan syiar Islam yang positif.
Peran ASN dalam Masyarakat
ASN Kemenag Kabupaten Solok memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Dalam hal ini, partisipasi dalam MTQ KORPRI menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa ASN tidak hanya mampu dalam bidang administrasi, tetapi juga memiliki kemampuan dalam bidang spiritual dan keagamaan.
- Menjadi teladan dalam menjalankan nilai-nilai Al-Qur’an.
- Meningkatkan kualitas pengabdian ASN melalui kegiatan positif.
- Menyebarkan syiar Islam di lingkungan pemerintahan.
- Memberikan inspirasi bagi ASN lainnya untuk berprestasi.
- Membangun solidaritas dan kekompakan antar ASN.
Persiapan Menuju MTQ KORPRI
Sebelum berangkat, para peserta melakukan berbagai persiapan. Mulai dari pelatihan intensif hingga pembekalan mental agar siap menghadapi kompetisi. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa mereka datang dengan kesiapan maksimal.
Kakan Kemenag juga menekankan pentingnya kerja sama antara peserta dan tim pendukung. Semangat tim sangat diperlukan untuk membangun rasa percaya diri dan mengatasi tekanan yang mungkin muncul saat kompetisi.
Kesimpulan
Kehadiran dua ASN Kemenag Kabupaten Solok dalam MTQ KORPRI diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memajukan kualitas ASN di bidang keagamaan. Semoga melalui lomba ini, mereka tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam Al-Qur’an kepada masyarakat luas.
Dengan dukungan yang penuh dari pimpinan dan rekan-rekan, diharapkan perjalanan dan perjuangan mereka dalam MTQ KORPRI dapat berjalan lancar dan menghasilkan pencapaian yang membanggakan bagi Kemenag Kabupaten Solok.




