Nina Nugroho Resmi Hadirkan Koleksi Spesial Ramadan dan Hari Raya 2026

Jakarta – Desainer busana muslim terkemuka, Nina Nugroho, kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam dunia fashion dengan meluncurkan koleksi spesial Ramadan dan Hari Raya 2026. Koleksi ini tidak hanya menampilkan desain yang modern dan elegan, tetapi juga merayakan keindahan wastra Indonesia melalui penggunaan tenun Garut dan konsep busana sarimbit yang dirancang khusus untuk pasangan.
Koleksi Ramadan: Kabaya Modern untuk Perempuan Aktif
Dalam koleksi yang dikhususkan untuk bulan Ramadan, Nina Nugroho memperkenalkan kabaya yang dirancang untuk perempuan muslimah yang menjalani kehidupan aktif. Dengan desain yang mengedepankan kenyamanan dan kepraktisan, kabaya ini cocok dikenakan dari kegiatan di kantor hingga acara buka puasa bersama.
“Kabaya ini sangat versatile. Perempuan bisa memakainya dari kantor lalu langsung menuju acara keluarga atau buka puasa dengan teman. Penampilan tetap rapi dan elegan,” ungkap Nina Nugroho.
Detail Desain dan Warna Kabaya
Kabaya untuk Ramadan ini hadir dalam empat pilihan warna yang lembut, terbuat dari bahan satin yang nyaman dan tidak terlalu mengkilap. Warna-warna ini dirancang agar mudah dipadupadankan, menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai kesempatan selama bulan suci ini.
Koleksi Hari Raya 2026: Mengusung Tema “Kembali”
Berbeda dengan koleksi Ramadan, koleksi Hari Raya 2026 mengusung tema “Kembali” yang memiliki makna yang dalam. Tema ini mengajak masyarakat untuk kembali mencintai produk lokal dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam keluarga saat merayakan Lebaran.
Penggunaan Tenun Garut sebagai Bahan Utama
Dalam mewujudkan tema tersebut, Nina Nugroho memilih tenun Garut sebagai bahan utama untuk koleksi Hari Raya. Koleksi ini juga menyuguhkan busana sarimbit yang dapat dikenakan oleh pasangan suami istri saat merayakan hari kemenangan.
Koleksi Hari Raya ini terdiri dari 14 desain, yang terbagi menjadi 7 busana untuk perempuan dan 7 busana untuk pria. Warna-warna yang dihadirkan didominasi oleh nuansa solid seperti krem, cokelat, putih, marun, hingga pink lembut.
Menariknya, meskipun warna putih lazimnya identik dengan busana Lebaran, pada tahun 2026, warna cokelat dan marun justru menjadi pilihan yang paling banyak diminati.
Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan
“Brand Nina Nugroho tidak terpaku pada tren warna, tetapi lebih memilih warna solid yang memberikan kesan kuat dan elegan,” jelas Nina. Pendekatan ini mencerminkan komitmennya terhadap kualitas dan keberlanjutan dalam setiap karya yang dihasilkan.
Misi Sosial dan Dampak Ekonomi
Koleksi ini juga memiliki misi sosial yang signifikan, di mana seluruh kain tenun diproduksi oleh pengrajin perempuan. Proses pembuatan kain dilakukan secara manual, yang memerlukan waktu cukup lama. Bahkan, untuk memproduksi satu kain, bisa memakan waktu hingga satu bulan.
Melalui kolaborasi ini, Nina Nugroho berharap industri fashion dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi perempuan pengrajin di daerah, mendorong pemberdayaan mereka dalam menciptakan produk yang berkualitas.
Harga yang Terjangkau untuk Semua Kalangan
Dari segi harga, koleksi Raya Nina Nugroho dibanderol mulai dari sekitar Rp1,5 juta, tergantung pada desain dan jenis bahan yang digunakan. Dengan harga yang kompetitif, koleksi ini memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk memiliki busana berkualitas tinggi.
“Fashion bukan sekadar tentang tren, tetapi bagaimana perempuan dapat merasa percaya diri dan berdaya melalui apa yang mereka kenakan,” tutup Nina Nugroho. Pernyataan ini mencerminkan visi yang lebih luas dari sekadar berbusana, yaitu memberdayakan perempuan melalui pilihan fashion yang tepat.




