Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Galuh telah meluncurkan inisiatif untuk meningkatkan pengelolaan dan penataan wisata Batu Nunggul yang terletak di Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Dengan semangat untuk memberdayakan potensi lokal, program ini bertujuan tidak hanya untuk memajukan sektor pariwisata, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Optimalisasi Wisata Desa di Batu Nunggul
Program yang diberi judul “Optimalisasi Wisata Desa di Batu Nunggul” ini dimulai pada 3 Juli dan berlangsung hingga 30 Agustus 2026, dengan peresmian yang direncanakan pada 31 Agustus 2026. Melalui inisiatif ini, mahasiswa KKN berkomitmen untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam pengelolaan destinasi wisata yang belum sepenuhnya terkelola dengan baik.
Penguatan Pengelolaan Wisata
Khalit Azis Al-Zabbar, ketua kelompok KKN, mengungkapkan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memperkuat struktur pengelolaan wisata di Batu Nunggul. Pada saat dimulainya kegiatan, kawasan tersebut belum memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang merupakan wadah penting dalam pengelolaan dan pengembangan wisata lokal.
“Kami ingin membantu mengoptimalkan wisata Batu Nunggul melalui berbagai aspek, seperti penataan, kebersihan, serta informasi tentang pariwisata. Salah satu langkah utama kami adalah membentuk Pokdarwis agar masyarakat bisa bersinergi dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata yang ada,” jelas Khalit.
Peran Mahasiswa KKN dalam Pembangunan Fasilitas Wisata
Mahasiswa KKN tidak hanya fokus pada aspek fisik dari pengembangan wisata, tetapi juga berperan dalam pembentukan kelembagaan. Mereka terlibat dalam penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Surat Keputusan (SK) untuk Pokdarwis, yang merupakan langkah penting dalam membangun struktur organisasi yang solid.
Penyediaan Fasilitas Pendukung
Khalit menjelaskan bahwa kelompoknya melaksanakan berbagai kegiatan lain guna mendukung penataan kawasan wisata Batu Nunggul. Program ini mencakup penyediaan fasilitas kebersihan, papan informasi, dan petunjuk jalan yang semuanya ditujukan untuk meningkatkan daya tarik kawasan wisata ini.
- Penyediaan tempat sampah minim asap
- 14 tempat pilah sampah
- Dua peta denah desa
- Tujuh papan penunjuk jalan
- Satu gapura yang juga berfungsi sebagai spot foto
“Kami berusaha menyesuaikan program dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Selain membentuk Pokdarwis, kami juga menciptakan fasilitas kebersihan dan papan informasi yang dapat digunakan pengunjung untuk lebih mengenal daerah ini,” tambah Khalit.
Keterlibatan Masyarakat dalam Keberlanjutan
Program KKN ini melibatkan masyarakat lokal, BUMDes, dan Karang Taruna dalam setiap tahap pelaksanaannya. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci penting untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan kawasan wisata. Khalit menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.
“Kami berharap bahwa semua fasilitas dan program yang telah kami buat selama KKN ini tidak berakhir setelah kegiatan selesai. Masyarakat diharapkan dapat menjaga, memanfaatkan, dan terus mengembangkan fasilitas tersebut agar Batu Nunggul dapat menjadi kawasan wisata yang bersih, tertata, informatif, dan nyaman untuk dikunjungi,” ujarnya.
Promosi Wisata Batu Nunggul Melalui Media Sosial
Selain melakukan pembenahan fisik, mahasiswa KKN Universitas Galuh juga berfokus pada penguatan promosi digital untuk menarik lebih banyak pengunjung ke Batu Nunggul. Dalam dunia yang serba digital saat ini, keberadaan media sosial menjadi alat yang ampuh untuk memperkenalkan potensi wisata kepada audiens yang lebih luas.
Strategi promosi yang diusung meliputi:
- Pembuatan konten menarik yang menonjolkan keindahan alam Batu Nunggul
- Pemasaran melalui platform media sosial seperti Instagram dan Facebook
- Kolaborasi dengan influencer lokal untuk menarik perhatian lebih banyak pengunjung
- Penyebaran informasi mengenai kegiatan dan event yang akan berlangsung di kawasan wisata
- Pembentukan komunitas online untuk meningkatkan interaksi dengan pengunjung
Dengan pendekatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan visibilitas Batu Nunggul dan menarik wisatawan, sehingga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Langkah ini juga diharapkan dapat menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan wisata mereka.
Inisiatif Lingkungan dalam Pengembangan Wisata
Selain promosi, program KKN juga memiliki fokus kuat pada inisiatif lingkungan. Dengan membangun fasilitas seperti tempat pembakaran sampah minim asap dan tempat pilah sampah, mahasiswa berusaha untuk menciptakan kawasan yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi tetapi juga ramah lingkungan.
“Kami sangat memahami bahwa pariwisata dan lingkungan harus berjalan beriringan. Oleh karena itu, kami turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kawasan wisata,” kata Khalit, menekankan pentingnya kesadaran akan pengelolaan limbah.
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Sebagai bagian dari program ini, mahasiswa juga berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Desa Ciparanti. Mereka memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat mengenai pengelolaan wisata, pelayanan pelanggan, dan praktik ramah lingkungan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pelaku tetapi juga pengelola pariwisata yang profesional.
“Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar siap menyambut wisatawan dan memberikan pelayanan terbaik,” kata Khalit. Pengembangan sumber daya manusia ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi keberlangsungan wisata di kawasan tersebut.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Dengan adanya program KKN ini, diharapkan akan terjadi dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Ciparanti. Selain meningkatkan ekonomi lokal melalui pariwisata, program ini juga berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
“Kami percaya bahwa pariwisata yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Hal ini akan membantu mereka untuk lebih mandiri dan sejahtera,” ungkap Khalit dengan optimis.
Kesimpulan
Melalui KKN Unigal yang berfokus pada wisata Batu Nunggul, mahasiswa tidak hanya berkontribusi pada pengembangan destinasi wisata tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Dengan sinergi antara pendidikan, masyarakat, dan lingkungan, diharapkan Batu Nunggul dapat menjadi kawasan wisata yang unggul dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam pengembangan masyarakat dan lingkungan, memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat.
