Komjen Suyudi Ario Seto Resmi Menjadi Kapolri, Listyo Sigit Jabat Kepala KSP

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah memberikan persetujuan resmi terhadap pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri yang baru, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Keputusan ini diambil dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPR, Puan Maharani, pada Kamis, 1 Oktober 2026, di gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.
Proses Persetujuan di DPR
Dalam rapat paripurna tersebut, Puan Maharani menginformasikan bahwa Komjen Suyudi Ario Seto akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada siang hari yang sama. Lahir di Pandeglang, Banten pada 14 Juli 1973, Suyudi saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Rapat dimulai dengan pembacaan Surat Presiden (Surpres) yang diterima oleh DPR. Puan mengungkapkan bahwa pada 30 September 2026, DPR menerima Surpres Nomor R-57/Pres/09/2026 yang berisi usulan pemberhentian dan pengangkatan jabatan Kapolri.
Surpres dan Pertimbangan DPR
Selain usulan Kapolri, DPR juga menerima beberapa Surpres lain, termasuk permohonan pertimbangan terhadap pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk negara sahabat, serta calon anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia untuk masa jabatan 2026-2031.
Setelah rapat paripurna, Puan menjelaskan bahwa proses persetujuan penggantian Kapolri berjalan cepat. Menurutnya, DPR baru saja menyetujui pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri yang baru.
Reaksi dan Penjelasan Puan Maharani
“Alhamdulillah, Rapat Paripurna telah selesai dan kami telah menyetujui pemberhentian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri, sekaligus mengangkat Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri baru,” ungkap Puan dengan semangat.
Dia menekankan bahwa proses persetujuan DPR terkait pergantian Kapolri telah dijalankan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. “Setelah menerima Surpres dari Presiden, kami melanjutkan dengan prosedur DPR dan juga melalui Komisi III yang melaksanakan fit and proper test,” jelasnya.
Menurut laporan yang diterima, tidak ada masalah yang muncul di Komisi III terkait proses fit and proper, dan hasilnya disetujui secara aklamasi untuk penetapan calon Kapolri yang baru.
Perubahan di Kabinet Merah Putih
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga melantik sejumlah menteri dan pejabat setingkat menteri di Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029 pada hari yang sama di Istana Kepresidenan Jakarta. Salah satu yang dilantik adalah Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
Daftar Pejabat yang Dilantik
Selain Listyo Sigit, sejumlah menteri dan wakil menteri lainnya juga mendapatkan amanah baru. Berikut adalah daftar beberapa pejabat yang dilantik:
- Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi: Bahlil Lahadalia
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Sugiono
- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan: Dudung Abdurachman
- Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Dradjad Hari Wibowo
- Menteri Luar Negeri: Arrmanatha Nasir
Kepemimpinan baru dalam institusi kepolisian dan kabinet ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dan inovasi dalam menghadapi tantangan yang ada. Dengan pengalaman dan latar belakang yang kuat, Komjen Suyudi Ario Seto diharapkan mampu menjalankan tugasnya sebagai Kapolri dengan efektif, sementara Listyo Sigit Prabowo di posisi baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemerintahan.
Menghadapi Tantangan Keamanan
Peran Kapolri sangat vital dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Komjen Suyudi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BNN, memiliki pengalaman yang kaya dalam penanganan masalah narkoba dan kejahatan terorganisir. Ini menjadi modal penting bagi beliau untuk menghadapi tantangan yang kian kompleks di dunia kepolisian.
Dalam lingkungan yang terus berubah, Komjen Suyudi Ario Seto diharapkan dapat membawa pendekatan baru dalam penegakan hukum dan menjaga keamanan negara. Dengan latar belakangnya yang kuat di BNN, beliau diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan lembaga lainnya dalam menangani permasalahan narkoba dan kejahatan yang berkaitan dengan narkotika.
Komitmen Terhadap Pemberantasan Narkoba
Komitmen Komjen Suyudi terhadap pemberantasan narkoba akan menjadi salah satu fokus utama dalam kepemimpinannya. Beberapa langkah strategis yang dapat diambil meliputi:
- Peningkatan kerjasama dengan lembaga internasional untuk penanganan jaringan narkoba lintas negara.
- Pelatihan dan pengembangan kapasitas personel kepolisian dalam penanganan kasus narkoba.
- Penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggar undang-undang narkotika.
- Peningkatan edukasi masyarakat tentang bahaya narkoba.
- Pengembangan program rehabilitasi bagi pengguna narkoba.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan Komjen Suyudi dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Transformasi di tubuh kepolisian diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia.
Harapan untuk Masa Depan
Kepemimpinan baru ini juga membawa harapan bagi masyarakat untuk terciptanya situasi yang lebih aman dan kondusif. Masyarakat berharap agar Komjen Suyudi Ario Seto dapat memimpin kepolisian dengan penuh integritas dan profesionalisme, serta mampu menjawab berbagai tantangan yang ada di depan.
Sementara itu, dengan jabatan baru yang diemban oleh Listyo Sigit sebagai KSP, diharapkan beliau dapat menjadi jembatan antara kepolisian dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat. Sinergi antara kedua institusi ini sangat penting untuk mewujudkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam menghadapi tantangan global dan domestik, baik Komjen Suyudi Ario Seto maupun Listyo Sigit Prabowo diharapkan dapat memberikan yang terbaik bagi negara dan bangsa. Perubahan ini adalah momentum yang sangat penting dalam perjalanan kepolisian dan pemerintahan Indonesia ke depan.




