Milad ke-62 IMM, Rico Waas Ajak Kader Ciptakan Pengaruh Positif untuk Pemuda Medan

Dalam suasana penuh kebahagiaan dan harapan, Rico Waas menghadiri perayaan Milad ke-62 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan, yang juga bertepatan dengan acara buka puasa bersama, bertempat di Hotel Le Polonia pada hari Minggu, 15 Maret 2026. Perayaan ini bukan sekadar momen untuk merayakan perjalanan panjang organisasi, tetapi juga menjadi ajang refleksi dan penguatan komitmen para kader untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.

Refleksi Perjalanan dan Makna Usia 62 Tahun

Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan bahwa pencapaian 62 tahun merupakan tanda kedewasaan dan kematangan IMM sebagai wadah kaderisasi. Hal ini tercermin dari setiap individu yang terlibat, baik anggota maupun alumni, yang telah dibentuk melalui proses kaderisasi yang sistematis dalam organisasi ini. Sebuah organisasi yang memiliki visi dan misi jelas dapat menciptakan pemimpin yang berkualitas.

“Kita dapat mengamati bagaimana seorang pemimpin dihasilkan dari organisasi ini. Rasa percaya diri yang ditanamkan dalam diri setiap anggota akan membawa organisasi menuju arah yang lebih baik. Keyakinan dalam menjalankan idealisme yang diusung adalah ciri khas seorang pemimpin yang siap mengambil tanggung jawab atas organisasi yang dipimpinnya,” ujar Rico Waas di hadapan ratusan kader IMM Kota Medan yang antusias hadir dalam acara tersebut.

Idealisme dan Tanggung Jawab Kader

Rico Waas menyampaikan pentingnya menjaga idealisme di kalangan mahasiswa, yang merupakan masa keemasan bagi mereka untuk mengekspresikan pemikiran dan gagasan. Idealismelah yang seharusnya menjadi landasan dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih baik. Ia mengajak para kader untuk tidak hanya berfokus pada hal-hal besar, tetapi juga memberikan solusi atas masalah kecil yang ada di sekitar mereka.

“Kaum muda memiliki kemewahan untuk beridealisme. Jangan biarkan idealisme itu pudar. Bawalah solusi dari hal kecil yang dapat berdampak besar bagi masyarakat. Kehadiran kader IMM harus memberikan pengaruh yang positif, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga kontribusi nyata bagi pemerintah,” imbuhnya.

Ancaman Bagi Generasi Muda

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga mengingatkan tentang berbagai ancaman yang tengah menghampiri generasi muda saat ini, seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku anarkis. Ia berharap IMM tidak hanya berfungsi sebagai organisasi internal, melainkan juga menjadi agen perubahan yang mampu memberikan pengaruh positif bagi pemuda lainnya.

“Kami berharap IMM dapat berfungsi sebagai penjaga moral di kalangan anak muda Kota Medan. Jadilah filter terhadap pengaruh negatif dari perkembangan teknologi agar kita siap menyongsong Generasi Emas 2045 tanpa terjebak dalam paham pragmatisme,” tegasnya.

Ucapan Selamat dan Harapan untuk IMM

Di akhir sambutannya, Rico Waas menyampaikan ucapan selamat kepada IMM yang merayakan Milad ke-62. Ia berharap agar organisasi ini terus melahirkan pemimpin-pemimpin hebat yang mampu membawa perubahan positif.

“Atas nama Pemerintah Kota Medan dan secara pribadi, saya mengucapkan selamat. Semoga IMM semakin sukses, khususnya IMM Kota Medan dapat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Pemko Medan dan masyarakat secara keseluruhan,” harapnya.

Makna Usia 62 Tahun bagi IMM

Ketua Umum IMM Kota Medan, Rais Prayogo, juga menyampaikan pandangannya mengenai usia 62 tahun IMM. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar simbol waktu, melainkan mencerminkan perjalanan panjang dan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pendahulu untuk memperjuangkan hak dan kepentingan mahasiswa.

“Kita seharusnya bangga memiliki organisasi yang tidak hanya besar, tetapi juga memiliki cita-cita tri kompetensi yang sangat jelas. Usia ini menjadi penanda bahwa IMM telah melewati berbagai tantangan dan tetap eksis hingga saat ini,” jelas Rais Prayogo.

Komitmen untuk Masa Depan

Dengan semangat baru yang terbangun dalam acara Milad ini, diharapkan para kader IMM dapat memperkuat komitmen mereka untuk mengedepankan nilai-nilai positif dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Setiap kader diharapkan mampu menjadi teladan dan inspirasi, baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat luas.

“Kita harus dapat menunjukkan bahwa IMM adalah wadah yang mampu mencetak pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mari kita wujudkan idealisme kita dengan tindakan nyata yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” tutup Rais Prayogo.

Dengan semangat dan harapan baru, diharapkan IMM Kota Medan dapat terus melangkah maju, menciptakan pengaruh positif, dan menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Exit mobile version