Perjalanan Karier AKP Muhammad Hafizh: Dari Teknik Sipil Menjadi Anggota Kepolisian

Perjalanan hidup seorang individu sering kali dipenuhi dengan liku-liku yang menantang. Begitu juga dengan perjalanan karier AKP Muhammad Hafizh, yang dimulai dari latar belakang sederhana hingga menapaki posisi strategis dalam kepolisian. Dari kehilangan yang sangat dini, hingga mencapai prestasi yang menginspirasi, kisahnya adalah contoh nyata dari ketahanan dan dedikasi. Dalam artikel ini, kita akan mengupas lebih dalam tentang bagaimana seorang anak dari Medan ini mengubah nasibnya melalui pendidikan dan kerja keras, serta bagaimana ia berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Awal Kehidupan dan Pendidikan

AKP Muhammad Hafizh lahir di Medan, Sumatera Utara, pada tahun 1990. Kehidupan awalnya tidaklah mudah; saat berusia 10 tahun, ia harus menerima kenyataan pahit kehilangan ayahnya. Hal ini membuatnya menjadi anak yatim yang hidup di bawah asuhan ibunya yang berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun dalam kondisi ekonomi yang terbatas, ibunya menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam membentuk karakter dan semangat Hafizh.

Menjadi anak bungsu dari tiga bersaudara, Hafizh dikenal sebagai siswa yang tekun. Selama masa sekolah dasar hingga SMA, ia selalu masuk dalam jajaran sepuluh besar di kelasnya. Meskipun demikian, cita-cita untuk menjadi anggota kepolisian tidak pernah terlintas dalam pikirannya semasa remaja. Fokusnya saat itu adalah bagaimana melanjutkan pendidikan dan membantu meringankan beban ibunya yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Menempuh Pendidikan Tinggi

Setelah berhasil lulus dari SMA dengan prestasi yang memuaskan, Hafizh diterima di Universitas Sumatera Utara (USU) untuk mengambil jurusan Teknik Sipil. Perjalanan di bangku kuliah tidaklah mudah; ia harus bekerja serabutan untuk membantu kebutuhan keluarga sembari menempuh pendidikan. Ketekunan dan kerja kerasnya membuahkan hasil, dan pada tahun 2015, Hafizh berhasil meraih gelar sarjana Teknik Sipil.

“Mengingat perjalanan saya hingga saat ini, memang banyak tantangan yang harus dihadapi. Ibu adalah pahlawan sejati dalam hidup saya. Selain itu, dua kakak saya juga selalu mendukung saya dalam setiap langkah,” kenang Hafizh tentang masa-masa sulit yang telah dilaluinya.

Perubahan Arah Karier

Setelah mendapatkan gelar sarjana, Hafizh berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang studinya. Ia melamar ke berbagai perusahaan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PLN dan Wijaya Karya (Wika). Namun, ia belum menemukan keberuntungan. Ketika mencari lowongan pekerjaan melalui internet, ia menemukan informasi tentang penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) yang mengubah arah hidupnya.

Walaupun tidak memiliki latar belakang keluarga polisi dan tidak pernah bercita-cita menjadi anggota Polri, Hafizh memberanikan diri untuk mendaftar melalui Polda Sumatera Utara. Proses seleksi pun dihadapinya dengan penuh semangat, dan pada tahun 2015, ia dinyatakan lulus dari SIPSS.

“Awalnya saya tidak pernah membayangkan akan menjadi polisi. Namun, ketika melihat peluang ini, saya berpikir bahwa ini adalah kesempatan untuk mengabdi dan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pendidikan saya,” ungkap Hafizh tentang langkah awalnya memasuki dunia kepolisian.

Karier di Kepolisian

Setelah dilantik sebagai perwira Polri, Hafizh ditempatkan di Mabes Polri. Selama sekitar enam tahun, ia menjabat sebagai konsultan auditor. Dalam posisi ini, ia seringkali turun ke lapangan, mengunjungi berbagai satuan kewilayahan, termasuk polres-polres. Pengalaman ini memperluas pemahamannya tentang tantangan dalam organisasi kepolisian dan pelaksanaan tugas di lapangan.

Pada tahun 2021, perjalanan karier Hafizh membawanya ke Polda Banten. Di sini, kesempatan besar muncul ketika ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan magister di University of York, Inggris, dengan fokus pada program Global Crime and Justice. Dalam waktu satu tahun, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dan meraih gelar Master of Arts.

Pendidikan dan Pengalaman Internasional

Kesempatan untuk belajar di luar negeri merupakan pengalaman berharga bagi Hafizh. “Saya tidak hanya belajar tentang teori akademik, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai kejahatan dan keadilan dari perspektif global,” tuturnya tentang pengalaman berharga tersebut.

Setelah kembali dari Inggris, Hafizh dipercaya menjalankan tugas sebagai Sekretaris Pribadi Kapolda Banten selama hampir dua tahun. Pengalaman ini semakin memperkaya pengetahuannya dalam kepolisian. Selanjutnya, ia diangkat sebagai Kasat Lantas Polres Lebak, dan kemudian mendapatkan penugasan di Ditlantas Polda Banten pada Subdit Regident.

Posisi Terkini

Saat ini, AKP Muhammad Hafizh mengemban amanah sebagai Kasat Lantas Polres Serang. Baginya, jabatan ini bukan hanya sekadar pencapaian, tetapi juga merupakan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Saya selalu percaya bahwa di mana pun kita ditugaskan, selalu ada kesempatan untuk belajar dan memberikan yang terbaik,” pesan Hafizh.

Dengan dua anak yang telah dilahirkan, Hafizh terus berupaya untuk menjadi teladan tidak hanya dalam kariernya, tetapi juga dalam kehidupan keluarganya. Ia berkomitmen untuk terus belajar dan berkontribusi kepada masyarakat, serta berharap agar perjalanan kariernya dapat menginspirasi generasi muda untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan.

Refleksi dan Harapan

Perjalanan karier AKP Muhammad Hafizh merupakan contoh nyata dari ketekunan dan dedikasi. Dari seorang anak yatim yang harus berjuang dalam keterbatasan, hingga mencapai posisi penting dalam kepolisian, kisahnya menunjukkan bahwa dengan kerja keras, segala sesuatu mungkin terjadi. Ia berharap bisa terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menjadikan pengabdian sebagai bagian dari hidupnya.

“Jangan pernah merasa lelah untuk belajar dan mengabdi. Setiap pengalaman, baik yang baik maupun buruk, adalah pelajaran berharga yang dapat kita ambil untuk kemajuan diri kita dan masyarakat,” tutup Hafizh dengan penuh semangat.

Exit mobile version