PLN EPI Perkuat Infrastruktur LNG di Gastech 2026 untuk Meningkatkan Ketahanan Energi

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur liquefied natural gas (LNG) di berbagai kawasan Indonesia. Melalui pengelolaan proyek yang terintegrasi, pengamanan rantai pasok yang lebih awal, dan penguatan industri lokal, PLN EPI bertujuan memastikan bahwa infrastruktur LNG tersedia tepat waktu. Hal ini diungkapkan oleh General Manager Unit Pelaksana Proyek Gas dan BBM PLN EPI dalam acara Strategic Panel di Gastech Exhibition & Conference 2026, yang berlangsung di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Thailand pada Senin, 14 September. Tujuan utama dari langkah ini adalah mendukung keandalan pasokan energi bagi sektor pembangkit listrik.

Gastech Exhibition & Conference 2026: Mempertemukan Pemimpin Energi Global

Gastech Exhibition & Conference 2026 mengusung tema “For a Secure & Sustainable Energy Future” dan menjadi ajang bertemunya sekitar 800 pemimpin dari sektor energi, pembuat kebijakan, inovator, serta investor strategis. Acara ini dirancang untuk membahas berbagai perkembangan dalam industri gas alam, LNG, hidrogen, solusi rendah karbon, elektrifikasi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam sektor energi.

Diskusi Penting dalam Sesi Panel

Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah “The Execution Gap: Securing Contractors, Capacity and Critical Minerals in a Constrained Global Market.” Sesi ini membahas tantangan yang dihadapi dalam kapasitas EPC, manufaktur, tenaga kerja terampil, dan slot pengiriman di tengah meningkatnya investasi infrastruktur energi global. Diskusi ini dimoderatori oleh Saggaf Syed Ahmad dari Energy Industries Council (EIC) dan menampilkan sejumlah pembicara utama, termasuk Chief Supply Chain, Digital & IT Officer Saipem, Paolo Albini, SVP – Procurement OGC, USA & Canada Kiewit, Carsten Bernstiel, serta Chief Business Development Officer Abaxx Exchange & Clearing, Russell Robertson.

Tantangan dalam Pembangunan Infrastruktur LNG

Agus Purnomo, General Manager Unit Pelaksana Proyek Gas dan BBM PLN EPI, berpendapat bahwa tantangan dalam pembangunan infrastruktur LNG saat ini tidak hanya terletak pada aspek pembiayaan proyek, tetapi juga pada ketersediaan kapasitas industri untuk memenuhi tuntutan sistem kelistrikan.

“Tantangannya bukan hanya pada pengembangan proyek semata. Kami juga harus memastikan bahwa kapasitas dari pemasok peralatan utama, galangan kapal, serta kontraktor pelaksana dapat menyelesaikan proyek tepat waktu,” jelas Agus.

Percepatan Proyek Midstream LNG

Sejak tahun 2023, PLN EPI telah mempercepat pengembangan proyek midstream LNG di sekitar 25 lokasi di Indonesia. Langkah ini bertujuan mendukung program dedidselisasi PLN, yang berfokus pada penggantian penggunaan diesel dengan LNG, sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional.

Keterbatasan Kapasitas Eksekusi Global

Di sisi lain, industri LNG global menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas eksekusi. Kapasitas pembangunan kapal LNG berukuran besar di Korea Selatan dan China diperkirakan mencapai sekitar 85 kapal per tahun pada awal tahun 2026. Namun, orderbook kapal LNG telah mencapai 268 unit per 31 Maret 2026. Beberapa kapal yang dipesan pada tahun 2026 bahkan memiliki jadwal pengiriman yang dijadwalkan hingga tahun 2029.

“Kapastitas tidak selalu berarti ketersediaan. Meskipun industri mengalami peningkatan kapasitas, hal itu tidak menjamin tersedianya slot produksi pada saat proyek memerlukan peralatan atau kapal,” tambah Agus.

Pengelolaan Proyek LNG Midstream Secara Terintegrasi

Dalam menghadapi tantangan tersebut, PLN EPI mengelola pengembangan Proyek LNG Midstream sebagai satu portofolio terintegrasi. Rencana ini mencakup berbagai elemen penting, seperti FSRU, kapal LNG, fasilitas regasifikasi dan penyimpanan, jaringan pipa, hingga koneksi ke pembangkit listrik, yang semuanya direncanakan secara sinkron.

Alternatif Konversi Kapal LNG

PLN EPI juga sedang mengeksplorasi kemungkinan konversi kapal LNG yang sudah ada menjadi FSRU sebagai alternatif, mengingat keterbatasan kapasitas galangan untuk kapal baru. Meskipun opsi ini tidak selalu lebih cepat atau lebih murah, namun memberikan jalur eksekusi alternatif di tengah tantangan kapasitas pembangunan baru.

Mendorong Penguatan Industri Dalam Negeri

PLN EPI berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi dan pemasok global untuk memenuhi kebutuhan spesifik, sambil tetap mendorong penguatan industri dalam negeri dalam berbagai aspek, mulai dari pekerjaan konstruksi, fabrikasi, tangki penyimpanan, perpipaan, sistem kelistrikan, galangan kapal, hingga operasi dan pemeliharaan serta jasa rekayasa.

“Kami memerlukan keahlian global dalam teknologi yang sangat khusus, namun dengan skala proyek di Indonesia, kami berharap dapat membangun kemampuan domestik yang lebih kuat secara bertahap,” ujar Agus.

Target Pengembangan Terminal Penerimaan LNG

Hingga tahun 2029, PLN EPI menargetkan pengembangan hampir 20 lokasi terminal penerimaan LNG satelit darat. Ini terdiri dari satu lokasi di Nias, enam di Sulawesi, sembilan di Nusa Tenggara, dan empat di Papua Utara, melalui empat klaster mitra strategis atau Joint Development Agreement (JDA). Pengembangan ini akan diarahkan dalam satu kerangka program terintegrasi agar terminal-terminal tersebut tidak berjalan secara terpisah dalam rantai pasok.

Sinergi Antar Pihak untuk Keberhasilan Proyek

Agus menekankan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur energi sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga pembiayaan. Pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan kepastian kebijakan dan iklim investasi, sementara industri bertanggung jawab untuk mengeksekusi proyek, dan lembaga pembiayaan harus menyediakan dukungan modal yang cukup.

“Pemerintah menciptakan lingkungan yang mendukung, industri menjalankan proyek, dan lembaga keuangan menyediakan modal. Ketiga elemen ini perlu selaras sejak awal untuk mencapai tujuan bersama,” tutup Agus.

Menghadapi Tantangan Global untuk Keberhasilan Pembangunan LNG

Di tengah semakin ketatnya kapasitas industri global, keberhasilan pengembangan LNG tidak hanya ditentukan oleh kesiapan investasi, tetapi juga oleh kemampuan untuk mengamankan dan menyinkronkan kapasitas eksekusi. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan strategis, PLN EPI berkomitmen untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur LNG dapat berjalan sesuai rencana, sehingga memperkuat ketahanan energi dan keandalan sistem kelistrikan di Indonesia.

Sumber: PLN EPI

Exit mobile version