Polresta Deli Serdang Lakukan Tes Urine untuk Awak Angkutan Udara dan Darat Bandara Kualanamu

Dalam upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan udara serta mengantisipasi potensi penyalahgunaan narkoba, Polresta Deli Serdang telah melaksanakan tes urine pada awak angkutan udara dan darat di Bandara Internasional Kualanamu. Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Toba Tahun 2026, yang dirancang untuk mendukung arus mudik saat perayaan Idul Fitri 1447 H. Dengan melakukan pemeriksaan ini, pihak kepolisian berkomitmen untuk memastikan keamanan bagi para penumpang yang akan menggunakan layanan penerbangan dan transportasi darat di kawasan bandara.

Pelaksanaan Tes Urine di Bandara Kualanamu

Pada Rabu, 18 Maret 2026, Polresta Deli Serdang bekerja sama dengan OIC Bandara Kualanamu dan AVSEC setempat untuk melaksanakan tes urine kepada pilot, co-pilot, pramugari, serta sopir bus di Bandara Kualanamu. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkoba yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan penumpang.

Tes urine ini dipandang sebagai langkah proaktif dalam menjaga integritas dan profesionalisme awak pesawat serta sopir bus, yang memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kenyamanan dan keselamatan perjalanan penumpang. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para awak angkutan dapat menjalankan tugasnya tanpa terpengaruh oleh zat-zat terlarang.

Tujuan dan Manfaat Tes Urine

Tes urine yang dilakukan ini bukan sekadar formalitas, melainkan merupakan bagian dari upaya serius untuk menciptakan lingkungan penerbangan yang aman. Beberapa tujuan dan manfaat dari kegiatan ini antara lain:

Proses Pelaksanaan Tes Urine

Proses pelaksanaan tes urine dimulai dengan apel persiapan yang dipimpin oleh Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, SIK, M.Si. Pada kesempatan tersebut, beliau memberikan arahan kepada petugas yang terlibat dalam kegiatan ini. Arahan tersebut mencakup teknis pelaksanaan dan langkah-langkah yang harus diambil untuk memastikan proses berjalan dengan lancar dan efektif.

Setelah apel persiapan, pemeriksaan dilakukan di ruang lobi meeting room Angkasa Pura Aviasi di Bandara Internasional Kualanamu. Para awak angkutan yang terlibat dalam tes urine ini diwajibkan untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, guna memastikan keakuratan hasil yang diperoleh.

Pernyataan Kapolresta Deli Serdang

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, SIK, M.Si, menyatakan bahwa kegiatan tes urine ini sangat penting untuk mencegah kemungkinan adanya awak pesawat dan sopir bus yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika atau obat-obatan terlarang. “Kami berkomitmen untuk memberikan keamanan dan kenyamanan dalam penerbangan serta menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Hendria Lesmana.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk menciptakan lingkungan penerbangan yang lebih baik dan lebih aman. Dengan melakukan tes urine, diharapkan dapat mengurangi risiko yang mungkin terjadi akibat penyalahgunaan zat terlarang.

Hasil Tes Urine yang Memuaskan

Dari keseluruhan peserta tes urine yang berjumlah 25 orang, terdiri dari pilot, co-pilot, pramugari, dan sopir bus, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semua peserta dinyatakan negatif. Hal ini tentu menjadi kabar gembira dan menunjukkan bahwa para awak angkutan di Bandara Kualanamu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Hasil negatif ini mencerminkan komitmen para awak angkutan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang, serta menunjukkan bahwa mereka tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Keberhasilan tes urine ini juga menjadi indikasi bahwa upaya pihak kepolisian dan pengelola bandara dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi penumpang sangat efektif.

Peran Stakeholder dalam Keamanan Penerbangan

Kegiatan tes urine ini tidak dapat terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Angkasa Pura Aviasi dan pihak-pihak lainnya yang berperan dalam industri penerbangan. Kerjasama yang baik antara Polresta Deli Serdang dan pengelola bandara sangat penting untuk menciptakan sinergi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di seluruh proses penerbangan.

Para stakeholder memiliki peran masing-masing, antara lain:

Pentingnya Kesadaran Terhadap Penyalahgunaan Narkoba

Kesadaran akan bahaya penyalahgunaan narkoba harus ditanamkan tidak hanya di kalangan awak angkutan, tetapi juga di masyarakat secara umum. Edukasi mengenai efek negatif dari narkoba perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah generasi muda terjerumus ke dalam perilaku yang merugikan.

Melalui kegiatan seperti tes urine ini, diharapkan dapat mengedukasi para awak angkutan mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Kegiatan ini juga menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba, serta memberikan pemahaman bahwa penyalahgunaan zat terlarang tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga kepada orang lain.

Langkah-Langkah Preventif untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkoba

Untuk lebih mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan awak angkutan, sejumlah langkah preventif dapat diambil, antara lain:

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan sehat, baik bagi awak angkutan maupun penumpang yang menggunakan jasa transportasi di Bandara Kualanamu. Kegiatan tes urine ini menjadi salah satu contoh nyata dari upaya kolektif dalam menjaga keselamatan penerbangan di Indonesia.

Exit mobile version