Dalam era yang terus berkembang ini, lulusan perguruan tinggi dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan diri di dunia kerja yang semakin kompetitif. Salah satu bentuk tantangan tersebut adalah bagaimana menyeimbangkan gelar akademik dan keterampilan. Pada acara wisuda Universitas Sumatera Utara (USU) yang berlangsung pada akhir Agustus 2026, Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., mengungkapkan pandangannya mengenai pentingnya kedua aspek ini untuk mempersiapkan lulusan menghadapi tantangan dunia profesional.
Pentingnya Gelar Akademik dan Keterampilan
Dalam pidato yang disampaikan di hadapan 5.263 wisudawan dan wisudawati, Rektor menekankan bahwa gelar akademik dan keterampilan bukanlah dua elemen yang saling bertentangan. “Ijazah merupakan bukti bahwa individu telah mengikuti proses pendidikan yang terstruktur dan memenuhi standar akademis. Di sisi lain, keterampilan mencerminkan kemampuan seseorang dalam menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan beragam permasalahan,” ujarnya.
Transformasi Kebutuhan Dunia Kerja
Perubahan yang terjadi di dunia kerja menunjukkan bahwa perusahaan kini lebih mengedepankan kompetensi nyata dari para calon karyawan. Dalam proses perekrutan, faktor-faktor seperti pengalaman kerja, portofolio, kemampuan teknologi, serta rekam jejak menjadi sangat penting. Hal ini mencerminkan pergeseran dari metode perekrutan yang mengutamakan kualifikasi akademik (credential-based hiring) menuju metode yang lebih fokus pada kemampuan (skills-based hiring).
Relevansi Gelar Akademik
Walaupun tren ini mengarah pada pengakuan lebih besar terhadap keterampilan, relevansi gelar akademik tetap tidak dapat diabaikan. Pendidikan tinggi memberikan landasan pengetahuan yang esensial untuk memasuki dunia kerja. Tantangan bagi lulusan kini adalah bagaimana mereka dapat melanjutkan proses pembelajaran dan mengembangkan kompetensi yang dimiliki setelah menyelesaikan pendidikan formal.
“Gelar akademik tidak kehilangan maknanya. Artinya berubah seiring dengan perkembangan dunia kerja. Gelar kini bukan sekadar tanda bahwa seseorang telah menuntaskan pendidikan, tetapi juga menjadi indikator bahwa individu tersebut memiliki dasar untuk terus belajar,” tambah Rektor.
Pengalaman sebagai Sarana Pengembangan Kompetensi
Rektor USU mengajak para lulusan untuk tidak hanya terpaku pada penguasaan teori, tetapi juga mampu menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi kemampuan praktis dalam menyelesaikan masalah. Mereka perlu membangun portofolio yang berfungsi sebagai bukti kompetensi, serta terus memperbarui keterampilan dan memperkuat karakter serta reputasi profesional.
- Keterampilan praktis yang relevan dengan industri
- Pengalaman kerja yang beragam
- Portofolio yang menunjukkan hasil karya nyata
- Adaptasi terhadap kemajuan teknologi
- Karakter yang kuat dan integritas profesional
“Pengalaman yang didapat selama masa studi di perguruan tinggi dapat menjadi modal berharga saat memasuki dunia kerja. Berbagai kegiatan, baik akademik maupun nonakademik, bisa dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan, memperluas jaringan, dan menghasilkan karya yang nyata,” ungkap Rektor.
Kontribusi sebagai Indikator Kebermanfaatan
Selain gelar akademik, Rektor juga menekankan bahwa keberadaan seorang lulusan harus diukur tidak hanya dari gelar yang disandang, tetapi juga dari kontribusi yang diberikan kepada masyarakat. “Gelar memungkinkan orang untuk mengetahui latar belakang pendidikan seseorang, tetapi kontribusi yang diberikan akan membuat masyarakat merasakan manfaat dari keberadaan mereka,” tegasnya.
Menurut Rektor, gelar memberikan identitas akademik sekaligus simbol dari pendidikan yang diperoleh, sementara keterampilan berfungsi sebagai alat untuk beradaptasi dan berkarya. Keduanya harus ditunjang oleh karakter yang baik, integritas, serta komitmen untuk terus belajar agar lulusan dapat memberikan dampak positif di lingkungan profesional maupun masyarakat luas.
Jumlah Lulusan USU
Hingga saat ini, total jumlah lulusan Universitas Sumatera Utara mencapai 282.395 orang. Ini menunjukkan kontribusi besar USU dalam mencetak generasi yang siap bersaing dan berkontribusi di dunia kerja.
