Revitalisasi SDN Suko 1 Rp1,6 Miliar, Pertanyaan Muncul Terkait APD Pekerja

Proyek revitalisasi SDN Suko 1 Sidoarjo dengan anggaran mencapai Rp1.607.711.713 yang bersumber dari APBN 2026 kini tengah menjadi sorotan publik. Hal ini bukan hanya karena tujuan pembangunan yang mulia, melainkan juga terkait dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek yang tampaknya masih menyisakan sejumlah masalah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap standar keselamatan yang seharusnya diterapkan dalam proyek-proyek pemerintah.

Tinjauan Proyek Revitalisasi SDN Suko 1

Lokasi proyek yang terletak di Jalan Raya Suko 102, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur, terlihat aktif pada Senin, 14 September 2026. Namun, pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa pekerja tampak tidak mematuhi penggunaan alat pelindung diri (APD) secara komprehensif. Temuan ini menimbulkan keraguan mengenai penerapan standar K3 yang seharusnya menjadi perhatian utama dalam setiap proyek konstruksi.

Kondisi Pekerja di Lokasi Proyek

Berdasarkan hasil observasi, sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas konstruksi dengan mengenakan sandal jepit, bahkan ada juga yang bekerja tanpa alas kaki. Hal ini sangat mencemaskan mengingat area tersebut dipenuhi dengan material dan puing-puing bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan. Selain itu, beberapa pekerja tidak mengenakan helm keselamatan, sarung tangan, atau masker, yang merupakan perlengkapan dasar yang wajib digunakan.

Pernyataan dari Pelaksana Proyek

Rinto Indrawan, yang mengaku sebagai pelaksana sekaligus mandor proyek, mengonfirmasi bahwa pengadaan sepatu safety bagi pekerja masih dalam tahap proses. Ia menyatakan, “Memang betul, sepatu safety masih dalam proses pengadaan. Namun, untuk APD lainnya, semua pekerja sudah menggunakan helm dan rompi.” Namun, pernyataan ini tampaknya tidak sejalan dengan kondisi yang terpantau di lapangan, di mana masih ada pekerja yang tidak mengenakan helm saat beraktivitas.

Tindakan Selanjutnya

Menanggapi situasi ini, Rinto menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penertiban terhadap pekerja yang tidak mematuhi aturan penggunaan APD. Ini adalah langkah penting untuk memastikan keselamatan semua pekerja di lokasi proyek, mengingat risiko yang ada dalam pekerjaan konstruksi.

Detail Proyek Revitalisasi

Proyek revitalisasi ini dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan total bantuan senilai Rp1.607.711.713. Proyek ini memiliki jangka waktu pelaksanaan selama 120 hari, dimulai dari 21 Agustus hingga 18 Desember 2026. Dengan waktu yang cukup panjang tersebut, seharusnya panitia pelaksana dapat mempersiapkan semua fasilitas keselamatan yang diperlukan sebelum pekerjaan dimulai.

Pertanyaan Mengenai Pengawasan Proyek

Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan keprihatinan terkait fungsi pengawasan dalam proyek ini. Menurutnya, keselamatan pekerja seharusnya menjadi prioritas utama, apalagi proyek ini didanai oleh anggaran pemerintah. Ia mempertanyakan apakah semua kebutuhan APD telah diperhitungkan dalam rencana pelaksanaan proyek.

Kesimpulan dari Observasi

Menanggapi berbagai temuan di lapangan terkait penggunaan APD yang belum memadai, penting bagi pihak-pihak yang berwenang untuk melakukan evaluasi dan pengawasan lebih lanjut. Keberhasilan proyek revitalisasi SDN Suko 1 tidak hanya diukur dari hasil akhir bangunan, tetapi juga dari bagaimana proses pembangunan tersebut berlangsung, dengan memperhatikan keselamatan para pekerja. Pengawasan yang ketat akan memastikan bahwa standar keselamatan dipatuhi dan risiko terhadap keselamatan pekerja dapat diminimalisir.

Hingga berita ini ditulis, kondisi penggunaan APD di lokasi proyek masih menjadi catatan penting yang perlu mendapatkan perhatian serius. Diharapkan, semua pihak terkait dapat segera melakukan tindakan yang diperlukan agar pelaksanaan proyek revitalisasi SDN Suko 1 dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak mengabaikan keselamatan para pekerja yang terlibat.

Pewarta: Agung Ch

Exit mobile version