UMRI Berpartisipasi dalam Persidangan Mahasiswa Nusantara 2026 di Universiti Malaysia Kelantan

Pada tanggal 5 Maret 2026, mahasiswa dari berbagai universitas di Asia Tenggara berkumpul untuk mengikuti Persidangan Mahasiswa Nusantara 2026 yang diadakan di Universiti Malaysia Kelantan, Malaysia. Forum akademik ini bertujuan untuk menjalin komunikasi antara mahasiswa dari negara-negara serumpun seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Dalam kesempatan ini, mereka berdiskusi dan bertukar pemikiran mengenai isu-isu penting yang mencakup bidang pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, serta penguatan kerja sama di tingkat regional.
Lokasi dan Pelaksanaan Persidangan
Persidangan ini dilaksanakan secara tatap muka di Ibis Hotel Kota Bharu dan di area kampus Universiti Malaysia Kelantan. Beberapa delegasi mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan turut berpartisipasi, termasuk mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Riau, Kolej Teknologi Darulnaim Kelantan, serta mahasiswa tuan rumah dari Universiti Malaysia Kelantan.
Tujuan Forum Akademik
Forum ini berlangsung sepanjang pekan dengan tujuan utama memperkuat jaringan akademik, memperluas kolaborasi riset, serta meningkatkan interaksi intelektual di antara mahasiswa dari negara serumpun. Berbagai agenda menarik disusun, termasuk seminar ilmiah, presentasi karya tulis mahasiswa, diskusi panel antarnegara, dialog mengenai budaya kepemudaan, serta kunjungan ke kampus.
Pernyataan Rektor Universiti Malaysia Kelantan
Dalam sambutannya, Rektor Universiti Malaysia Kelantan, Arham Abdullah, menekankan bahwa persidangan ini merupakan platform strategis bagi mahasiswa untuk berbagi ide dan pengalaman riset, serta memperkuat hubungan akademik antar perguruan tinggi di kawasan Nusantara. Menurutnya, forum ini diharapkan dapat memfasilitasi pertukaran pandangan dan pengalaman akademis, sehingga dapat memperkuat kemitraan pendidikan antara institusi di Malaysia dan Indonesia.
Presentasi Delegasi Universitas Muhammadiyah Riau
Delegasi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Riau menyampaikan berbagai isu global yang berfokus pada inovasi pembelajaran, terutama dalam penguatan kompetensi guru di era digital. Di sisi lain, mahasiswa dari Kolej Teknologi Darulnaim Kelantan mempresentasikan hasil penelitian terkait teknologi dan kewirausahaan yang berbasis pada komunitas.
Pengalaman Delegasi FKIP
Alwi Afriansyah, salah seorang delegasi dari FKIP Universitas Muhammadiyah Riau, menyatakan bahwa partisipasinya dalam forum ini memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga. Ia juga menekankan pentingnya kesempatan ini untuk membangun jaringan internasional bagi mahasiswa.
Diskusi Lintas Negara
Alwi menambahkan, “Diskusi lintas negara memberikan kesempatan untuk memahami perbedaan dalam sistem pendidikan yang ada, serta mencari solusi bersama untuk tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran di era digital.” Pandangan ini mencerminkan semangat kolaborasi yang muncul dari forum tersebut.
Perspektif Mahasiswa Malaysia
Adila Qistina binti Azhar, mahasiswa Universiti Malaysia Kelantan, juga berpendapat bahwa kehadiran delegasi dari Indonesia memperkaya perspektif dalam diskusi ilmiah yang berlangsung. Interaksi akademik ini tidak hanya memperluas wawasan ilmiah, tetapi juga memperkuat hubungan budaya antara mahasiswa dari Malaysia dan Indonesia.
Harapan untuk Kegiatan Berkelanjutan
Adila berharap, “Kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat kolaborasi riset dan pertukaran pelajar di masa yang akan datang.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen peserta untuk terus menjalin hubungan dan kerja sama yang lebih erat.
Pernyataan Ketua Panitia
Ketua panitia pelaksana, Saiful Azam bin Shamsul Amir, mengungkapkan bahwa Persidangan Mahasiswa Nusantara diharapkan menjadi agenda rutin tahunan. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan mendorong kerja sama riset serta pengembangan kepemudaan di kawasan Nusantara.
Rekomendasi dan Hasil Forum
Melalui forum ini, para peserta berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi yang berfokus pada pemikiran mahasiswa Nusantara. Rekomendasi tersebut bertujuan untuk memperkuat jaringan kerja sama mahasiswa lintas negara dan mendorong pertukaran ide yang konstruktif demi pengembangan pendidikan dan kepemudaan di kawasan serumpun.
Kesimpulan dari Persidangan
Dengan semangat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan, Persidangan Mahasiswa Nusantara 2026 menjadi ajang yang sangat berharga. Forum ini tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berbagi ide, tetapi juga memperkuat hubungan antarnegara di kawasan ini. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa dapat berkontribusi lebih dalam pengembangan pendidikan dan sosial di masa depan.




