Trauma Healing Melalui Permainan Rakyat untuk Siswa Pascabanjir di Medan Marelan

Di tengah dampak bencana banjir yang merusak, upaya untuk memulihkan kondisi psikososial anak-anak menjadi sangat penting. Di Medan Marelan, sebuah inisiatif menarik telah dilakukan untuk membantu siswa SD yang terdampak dengan memanfaatkan kekayaan permainan rakyat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga untuk membantu mereka mengatasi trauma melalui cara yang akrab dan menyenangkan. Dengan melibatkan 120 siswa dalam program trauma healing berbasis permainan rakyat, harapan akan kembalinya semangat dan kebahagiaan di tengah kesulitan menjadi nyata.
Inisiatif Trauma Healing di Medan Marelan
Pada tanggal 29 Agustus 2026, kegiatan bertajuk “Trauma Healing Berbasis Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional” dilaksanakan di UPT Negeri 066429, Jalan Baru Lingkungan 15, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Ini adalah bentuk kepedulian dari akademisi dan masyarakat terhadap kondisi psikososial anak-anak yang telah mengalami bencana banjir. Dengan pendekatan yang inovatif, kegiatan ini berupaya mengembalikan suasana ceria, rasa aman, serta mendorong interaksi sosial yang positif di antara para siswa.
Tim Pelaksana yang Berpengalaman
Kegiatan ini dipandu oleh tim yang terdiri dari para pendidik berpengalaman, yaitu Agustin Sastrawan Harahap, S.Pd., M.Pd., Zen Fadli, S.Pd., M.Pd., Nur Kholilah Harahap, M.Pd., dan Rahmi Aulia, M.Pd. Mereka semua berkontribusi secara aktif, mulai dari mendampingi siswa hingga melaksanakan berbagai aktivitas permainan yang dirancang untuk memfasilitasi proses pemulihan.
Pentingnya Dukungan Sekolah
Acara ini juga melibatkan lima guru dan seorang kepala sekolah, yang sangat berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Kehadiran mereka menambah nilai penting bagi kegiatan, menciptakan suasana yang kondusif bagi anak-anak untuk beradaptasi kembali pascabencana.
Peran Narasumber dalam Kegiatan
Untuk memperkaya pengalaman peserta, M. Siddik Zailani, S.Pd., Ketua Yayasan Laskar Pelangi, diundang sebagai narasumber. Ia bersama timnya memperkenalkan kembali berbagai permainan rakyat dan olahraga tradisional kepada siswa melalui konsep Pojok Bermain. Dengan cara ini, anak-anak diajak untuk mengenal dan merasakan kembali kebahagiaan dari bermain.
Permainan Tradisional yang Dikenalkan
Berbagai permainan tradisional yang diperkenalkan dalam kegiatan ini mencakup egrang, terima, kelereng, gasing, congkak, serta Catur Tengku Umar. Permainan-permainan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai media untuk membangun interaksi sosial, kerja sama, dan keterampilan mengelola emosi anak.
Antusiasme Siswa dalam Aktivitas
Suasana selama kegiatan berlangsung sangat meriah. Para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap permainan yang disiapkan. Melalui aktivitas bermain bersama, anak-anak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan diri, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengalihkan perhatian dari pengalaman buruk yang mereka alami akibat banjir.
Pentingnya Pendekatan Bermain dalam Pemulihan
Agustin Sastrawan Harahap, ketua tim pelaksana, menjelaskan bahwa pendekatan trauma healing melalui permainan sangat relevan untuk anak-anak. “Anak-anak memiliki cara unik untuk mengekspresikan perasaan mereka. Melalui permainan, mereka dapat kembali berinteraksi, bersenang-senang, dan merasakan kenyamanan bersama teman-teman mereka,” ungkapnya. Dengan demikian, permainan rakyat dan olahraga tradisional menjadi pilihan yang ideal untuk mendukung proses pemulihan mereka.
Melestarikan Budaya Melalui Permainan
Lebih jauh, Agustin menekankan pentingnya kegiatan ini dalam melestarikan permainan tradisional yang mulai terlupakan oleh generasi muda. Dengan mengintegrasikan permainan rakyat dalam proses trauma healing, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman pemulihan yang menyenangkan tetapi juga memperkenalkan mereka pada kekayaan budaya lokal yang berharga.
Potensi Permainan Tradisional dalam Pendidikan
M. Siddik Zailani, S.Pd., sebagai narasumber, menilai bahwa permainan tradisional memiliki potensi besar dalam pendidikan dan pengembangan karakter anak. Aktivitas bermain ini dapat mendorong anak untuk membangun komunikasi, kerja sama, sportivitas, serta meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Kolaborasi untuk Manfaat yang Lebih Besar
Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung oleh LPPM Ester sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat. Kerja sama antara tim pelaksana, pihak sekolah, narasumber, dan masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, khususnya dalam mengatasi dampak psikologis pascabencana.
Pojok Bermain sebagai Ruang Pemulihan
Melalui inisiatif ini, Pojok Bermain diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi siswa untuk kembali membangun semangat dan kegembiraan setelah bencana banjir. Pendekatan berbasis permainan rakyat dan olahraga tradisional diharapkan terus dikembangkan sebagai metode pendampingan psikososial yang sederhana, edukatif, dan sesuai dengan kebutuhan anak usia sekolah dasar.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa pemulihan anak pascabencana dapat dilakukan dengan cara yang relevan bagi mereka. Dengan bermain, bergerak, dan berinteraksi, anak-anak diharapkan dapat menemukan kembali rasa aman dan kebahagiaan, serta semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Inisiatif ini tidak hanya mengatasi trauma, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya di antara generasi muda.




